Telusuri emiten berdasarkan sektor usaha untuk membandingkan perusahaan sejenis secara setara. Angka pada setiap kartu merupakan median sektor.
Bank BUKU besar, BUMN, swasta, daerah, syariah, dan digital. Dinilai dengan PBV wajar, Residual Income, DDM, dan PBV/PER sektor.
Asuransi, pembiayaan, sekuritas, dan manajer investasi. Dinilai dari nilai buku seperti bank.
Batu bara, minyak & gas, dan jasa energi. Laba mengikuti harga komoditas; dinilai dengan EBITDA rata-rata siklus.
Nikel, emas, tembaga, semen, kimia, baja, dan kertas. Siklikal; PBV dipakai sebagai jangkar aset.
Makanan, minuman, rokok, peternakan, perkebunan, dan ritel kebutuhan pokok.
Ritel, otomotif, hotel, restoran, tekstil, dan barang tahan lama.
Farmasi, rumah sakit, alat kesehatan, dan distribusi obat. Bisnis defensif; DCF menjadi metode utama.
Telekomunikasi, menara, jalan tol, listrik, dan gas. Belanja modal besar; dinilai dengan DCF, EV/EBITDA, dan DDM.
Pelayaran, logistik, kereta, dan penerbangan. Siklikal; EV/EBITDA menjadi metode utama.
Konglomerasi, konstruksi, alat berat, dan barang industri.
Pengembang kota mandiri, residensial, mal, dan kawasan industri. Dinilai terutama dari nilai buku dan PBV sektor.
Televisi, media digital, periklanan, dan hiburan.
Platform digital, pusat data, perangkat lunak, dan distributor TI. Yang belum laba dinilai dengan EV/Sales.