Screener / Infrastruktur / WIFI
WIFI Solusi Sinergi Digital
Infrastruktur · Telecom Services · profil valuasi Infrastruktur
Buka nilai wajar WIFI beserta rincian valuasinya
Untuk profil infrastruktur, WIFI dinilai menggunakan DCF arus kas bebas (60%), DDM (25%), Residual Income (15%). Dengan Premium, Anda memperoleh nilai wajar gabungan, rentang per metode, rumus lengkap beserta angkanya, analisa sensitivitas, asumsi yang dapat disesuaikan, skor fundamental, dan ringkasan analisa.
Daftar & berlanggananIngin mencoba dulu? Valuasi BBCA, TLKM, ASII dapat diakses gratis.
| Periode | FY2023 | FY2024 | FY2025 | TTM Jun 2026 |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan (Rp T) | 0,44 | 0,67 | 1,66 | 2,72 |
| Laba bersih dilaporkan (Rp T) | 0,06 | 0,23 | 0,41 | 0,51 |
| Laba inti (Rp T) | 0,06 | 0,23 | 0,37 | 0,47 |
| Margin laba inti | 13,4% | 34,3% | 22,3% | 17,3% |
| EPS inti (Rp) | 11 | 43 | 70 | 89 |
| EBIT (Rp T) | 0,13 | 0,39 | 0,99 | 1,42 |
| EBITDA (Rp T) | 0,13 | 0,41 | 1,00 | 1,43 |
| Arus kas bebas (Rp T) | -0,10 | -1,06 | -4,09 | -6,02 |
| Ekuitas akhir periode (Rp T) | 0,74 | 0,97 | 7,30 | 7,63 |
- Ekuitas pemilik induk (Jun 2026)
- 7,63 T
- Nilai buku per saham
- Rp1.437
- Jumlah saham
- 5,31 miliar
- Utang berbunga
- 10,06 T
- Kas & setara kas
- 8,29 T
- Kepentingan nonpengendali
- 1,38 T
Pendapatan vs laba bersih (Rp T)
Sumber: Laporan keuangan publik emiten · tahunan, kuartalan & 12 bulan terakhir · FY2023–FY2025 + TTM 2026-06-30. Laba inti = laba bersih pemilik entitas induk tanpa pos tidak berulang (keuntungan/kerugian luar biasa dan operasi yang dihentikan). TTM = 12 bulan terakhir hingga laporan interim terbaru; dasar valuasi: 12 bulan s.d. Jun 2026.
| Emiten | PER | PBV | PEG | Dividend yield | ROE | Margin laba bersih | CAGR pendapatan | Ke nilai wajar |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| WIFISolusi Sinergi Digital | 15,0x | 0,9x | 0,1x | 0,2% | 9,6% | 17,3% | 94,3% | 🔒 |
| TLKMPerusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia | 12,6x | 1,9x | – | 10,0% | 14,0% | 11,7% | -0,1% | +0% |
| DNETIndoritel Makmur Internasional | 126,1x | 9,0x | – | 0,0% | 7,4% | 63,0% | 14,2% | 🔒 |
| MORAMora Telematika Indonesia | 173,0x | 6,1x | – | 0,0% | 5,1% | 12,8% | -4,9% | 🔒 |
| ISATIndosat | 10,7x | 1,8x | 0,1x | 5,4% | 17,6% | 10,3% | 6,5% | 🔒 |
| EXCLXLSMART Telecom Sejahtera | – | 1,4x | – | 7,4% | -13,9% | -9,1% | 13,4% | 🔒 |
| Median sektor (29) | 21,4x | 1,9x | 0,9x | 0,2% | 7,6% | 13,4% | 4,5% |
- Residual Income
- Model Residual Income (Edwards-Bell-Ohlson): nilai = nilai buku + nilai kini laba di atas biaya modal, dengan periode keunggulan kompetitif 10 tahun. Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Residual Income Valuation.
- DCF arus kas bebas
- DCF arus kas bebas ke perusahaan (FCFF) sesuai praktik analis sell-side: proyeksi eksplisit 5 tahun (pendapatan, margin EBIT bergerak dari terkini ke normal, reinvestasi = kenaikan pendapatan ÷ rasio pendapatan terhadap modal), diskonto tengah tahun, dan nilai terminal value driver dengan imbal hasil atas modal baru (RONIC). Imbal hasil modal yang sudah ada tidak dipudarkan. Nilai ekuitas = EV − utang + kas − kepentingan nonpengendali. Koller, Goedhart & Wessels, Valuation (McKinsey); Damodaran, Investment Valuation; Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Free Cash Flow Valuation.
- DDM
- Dividend Discount Model tiga tahap dengan nilai terminal model pertumbuhan Gordon. Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Discounted Dividend Valuation.
- PBV wajar
- Justified P/B = (ROE − g) / (ke − g), turunan model pertumbuhan Gordon pada kondisi stabil. Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Market-Based Valuation.
- Earnings Power Value
- Earnings Power Value: laba normal dibagi biaya modal, yaitu nilai bisnis bila tidak tumbuh sama sekali. Batas bawah untuk sebagian besar profil; skenario tengah untuk emiten siklikal dan properti.
- Graham Number
- Graham Number: √(22,5 × EPS × BVPS); 22,5 = batas PER 15 × PBV 1,5 bagi investor defensif. Batas atas harga yang masih wajar, bukan nilai intrinsik.
- PER emiten sejenis
- Valuasi relatif: median PER (berbasis laba inti 12 bulan terakhir) emiten sejenis; rentang kuartil 1–3. Minimal 3 pembanding.
- PBV emiten sejenis
- Valuasi relatif: median PBV emiten sejenis; rentang kuartil 1–3. Minimal 3 pembanding.
- EV/EBITDA emiten sejenis
- Valuasi relatif: median EV/EBITDA emiten sejenis; EV = kapitalisasi + utang − kas + kepentingan nonpengendali. Minimal 3 pembanding.
- EV/Sales emiten sejenis
- Valuasi relatif: median EV/Sales emiten sejenis. Minimal 3 pembanding.
Rincian angka input tiap metode ada di tab Valuasi (tombol “Sumber data & rujukan” pada setiap metode).