AGRO Bank Raya Indonesia
Perbankan · Banks - Regional · profil valuasi Bank & keuangan
Buka nilai wajar AGRO beserta rincian valuasinya
Untuk profil bank & keuangan, AGRO dinilai menggunakan Residual Income (75%), DDM (25%). Dengan Premium, Anda memperoleh nilai wajar gabungan, rentang per metode, rumus lengkap beserta angkanya, analisa sensitivitas, asumsi yang dapat disesuaikan, skor fundamental, dan ringkasan analisa.
Daftar & berlanggananIngin mencoba dulu? Valuasi BBCA, TLKM, ASII dapat diakses gratis.
| Periode | FY2022 | FY2023 | FY2024 | FY2025 | TTM Jun 2026 |
|---|---|---|---|---|---|
| Pendapatan (Rp T) | 1,30 | 0,92 | 1,12 | 0,89 | 0,94 |
| Laba bersih dilaporkan (Rp T) | 0,01 | 0,02 | 0,05 | -0,50 | -0,52 |
| Laba inti (Rp T) | 0,01 | 0,02 | 0,05 | -0,50 | -0,52 |
| Margin laba inti | 0,8% | 2,7% | 4,5% | -56,5% | -55,1% |
| EPS inti (Rp) | 0 | 1 | 2 | -20 | -21 |
| Ekuitas akhir periode (Rp T) | 3,39 | 3,42 | 3,45 | 3,01 | 2,92 |
| Kinerja interim (Rp T) | Semester I 2026 | Semester I 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | 0,47 | 0,41 | +14,2% |
| Laba bersih | 0,01 | 0,03 | -63,5% |
- Ekuitas pemilik induk (Jun 2026)
- 2,92 T
- Nilai buku per saham
- Rp118
- Jumlah saham
- 24,67 miliar
- Total aset
- 12,9 T
- Ekuitas ÷ aset
- 22,6%
Pendapatan vs laba bersih (Rp T)
Sumber: Laporan keuangan publik emiten · tahunan, kuartalan & 12 bulan terakhir · FY2022–FY2025 + TTM 2026-06-30. Laba inti = laba bersih pemilik entitas induk tanpa pos tidak berulang (keuntungan/kerugian luar biasa dan operasi yang dihentikan). TTM = 12 bulan terakhir hingga laporan interim terbaru; dasar valuasi: 12 bulan s.d. Jun 2026.
| Emiten | PER | PBV | PEG | Dividend yield | ROE | Margin laba bersih | CAGR pendapatan | Ke nilai wajar |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| AGROBank Raya Indonesia | – | 1,1x | – | 0,0% | -16,2% | -55,1% | -11,9% | 🔒 |
| BBCABank Central Asia | 12,6x | 2,7x | 1,0x | 5,1% | 21,5% | 50,5% | 9,2% | -3% |
| BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) | 10,2x | 1,4x | – | 11,2% | 14,2% | 23,2% | 6,7% | 🔒 |
| BMRIBank Mandiri (Persero) | 6,0x | 1,3x | 0,5x | 13,6% | 22,6% | 45,0% | 6,6% | 🔒 |
| BBNIBank Negara Indonesia (Persero) | 7,9x | 0,8x | 11,2x | 10,3% | 9,9% | 26,1% | 0,8% | 🔒 |
| BNLIBank Permata | 18,0x | 1,5x | 0,9x | 1,9% | 8,6% | 30,9% | 4,9% | 🔒 |
| Median sektor (49) | 13,3x | 0,8x | 0,7x | 0,0% | 5,2% | 18,7% | 6,6% |
- Residual Income
- Model Residual Income (Edwards-Bell-Ohlson): nilai = nilai buku + nilai kini laba di atas biaya modal, dengan periode keunggulan kompetitif 10 tahun. Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Residual Income Valuation.
- DCF arus kas bebas
- DCF arus kas bebas ke perusahaan (FCFF) sesuai praktik analis sell-side: proyeksi eksplisit 5 tahun (pendapatan, margin EBIT bergerak dari terkini ke normal, reinvestasi = kenaikan pendapatan ÷ rasio pendapatan terhadap modal), diskonto tengah tahun, dan nilai terminal value driver dengan imbal hasil atas modal baru (RONIC). Imbal hasil modal yang sudah ada tidak dipudarkan. Nilai ekuitas = EV − utang + kas − kepentingan nonpengendali. Koller, Goedhart & Wessels, Valuation (McKinsey); Damodaran, Investment Valuation; Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Free Cash Flow Valuation.
- DDM
- Dividend Discount Model tiga tahap dengan nilai terminal model pertumbuhan Gordon. Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Discounted Dividend Valuation.
- PBV wajar
- Justified P/B = (ROE − g) / (ke − g), turunan model pertumbuhan Gordon pada kondisi stabil. Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Market-Based Valuation.
- Earnings Power Value
- Earnings Power Value: laba normal dibagi biaya modal, yaitu nilai bisnis bila tidak tumbuh sama sekali. Batas bawah untuk sebagian besar profil; skenario tengah untuk emiten siklikal dan properti.
- Graham Number
- Graham Number: √(22,5 × EPS × BVPS); 22,5 = batas PER 15 × PBV 1,5 bagi investor defensif. Batas atas harga yang masih wajar, bukan nilai intrinsik.
- PER emiten sejenis
- Valuasi relatif: median PER (berbasis laba inti 12 bulan terakhir) emiten sejenis; rentang kuartil 1–3. Minimal 3 pembanding.
- PBV emiten sejenis
- Valuasi relatif: median PBV emiten sejenis; rentang kuartil 1–3. Minimal 3 pembanding.
- EV/EBITDA emiten sejenis
- Valuasi relatif: median EV/EBITDA emiten sejenis; EV = kapitalisasi + utang − kas + kepentingan nonpengendali. Minimal 3 pembanding.
- EV/Sales emiten sejenis
- Valuasi relatif: median EV/Sales emiten sejenis. Minimal 3 pembanding.
Rincian angka input tiap metode ada di tab Valuasi (tombol “Sumber data & rujukan” pada setiap metode).