Edukasi / Pajak

Memahami PPh 21 metode TER: kenapa potongan gaji Desember bisa berbeda

Sejak 2024 PPh 21 karyawan dipotong dengan tarif efektif rata-rata. Inilah cara kerjanya dan kenapa bulan Desember sering terasa lebih berat.

Pajak · 13 Oktober 2026 · 1 menit baca

Jadilah yang pertama menyukai

Apa itu TER?

TER (tarif efektif rata-rata) adalah tarif tunggal yang dikalikan langsung dengan penghasilan bruto sebulan. Aturannya ada di PP 58/2023 dan PMK 168/2023, berlaku sejak Januari 2024.

Ada tiga tabel TER menurut status PTKP:

  • Kategori A: TK/0, TK/1, K/0
  • Kategori B: TK/2, TK/3, K/1, K/2
  • Kategori C: K/3

Januari sampai November

Setiap bulan, pemberi kerja cukup mencari tarif di tabel sesuai bruto bulan itu, lalu mengalikannya. Contoh: karyawan TK/0 dengan bruto Rp10.000.000 masuk lapisan 2%, sehingga dipotong Rp200.000.

Karena tarif dikalikan dengan seluruh bruto bulan itu, bulan saat THR atau bonus dibayar bisa jatuh ke lapisan tarif yang jauh lebih tinggi.

Desember: dihitung ulang setahun

Di masa pajak terakhir, PPh 21 dihitung dengan cara lama: bruto setahun dikurangi biaya jabatan (5%, maks. Rp6 juta), iuran pensiun/JHT, dan PTKP, lalu dikenai tarif progresif Pasal 17. Hasilnya dikurangi potongan Januari–November.

Total pajak setahun tidak berubah dibanding sebelum ada TER. Yang berubah hanya kapan pajak itu dipotong.

Bila potongan Januari–November ternyata lebih besar dari pajak setahun, kelebihannya wajib dikembalikan pemberi kerja bersama gaji Desember.

Coba hitung sendiri

Gunakan kalkulator PPh 21 TER untuk melihat potongan setiap bulan, termasuk efek THR dan bonus.

Konten ini bersifat edukasi umum, bukan ajakan membeli atau menjual efek dan bukan nasihat pajak atau keuangan pribadi.