Screener / Bahan Baku / BEBS
BEBS Berkah Beton Sadaya
Bahan Baku · Building Materials · profil valuasi Siklikal / komoditas
Buka nilai wajar BEBS beserta rincian valuasinya
Untuk profil siklikal / komoditas, BEBS dinilai menggunakan Residual Income (60%), Earnings Power Value (40%). Dengan Premium, Anda memperoleh nilai wajar gabungan, rentang per metode, rumus lengkap beserta angkanya, analisa sensitivitas, asumsi yang dapat disesuaikan, skor fundamental, dan ringkasan analisa.
Daftar & berlanggananIngin mencoba dulu? Valuasi BBCA, TLKM, ASII dapat diakses gratis.
| Periode | FY2021 | FY2022 | FY2023 | TTM Sep 2024 |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan (Rp T) | 0,46 | 0,65 | 0,40 | 0,09 |
| Laba bersih dilaporkan (Rp T) | 0,11 | 0,12 | 0,04 | -0,04 |
| Laba inti (Rp T) | 0,11 | 0,12 | 0,04 | -0,04 |
| Margin laba inti | 24,0% | 19,0% | 10,9% | -41,7% |
| EPS inti (Rp) | 2 | 3 | 1 | -1 |
| EBIT (Rp T) | 0,14 | 0,16 | 0,06 | -0,05 |
| EBITDA (Rp T) | 0,14 | 0,16 | 0,06 | -0,05 |
| Arus kas bebas (Rp T) | -0,16 | 0,05 | -0,04 | -0,17 |
| Ekuitas akhir periode (Rp T) | 0,67 | 0,76 | 0,81 | 0,81 |
- Ekuitas pemilik induk (Des 2023)
- 0,81 T
- Nilai buku per saham
- Rp18
- Jumlah saham
- 45,00 miliar
- Utang berbunga
- –
- Kas & setara kas
- 0,00 T
- Kepentingan nonpengendali
- 0,01 T
Pendapatan vs laba bersih (Rp T)
Sumber: Laporan keuangan publik emiten · tahunan, kuartalan & 12 bulan terakhir · FY2021–FY2023 + TTM 2024-09-30. Laba inti = laba bersih pemilik entitas induk tanpa pos tidak berulang (keuntungan/kerugian luar biasa dan operasi yang dihentikan). TTM = 12 bulan terakhir hingga laporan interim terbaru; dasar valuasi: 12 bulan s.d. Sep 2024.
| Emiten | PER | PBV | PEG | Dividend yield | ROE | Margin laba bersih | CAGR pendapatan | Ke nilai wajar |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| BEBSBerkah Beton Sadaya | – | 0,3x | – | 0,0% | -4,8% | -41,7% | -6,5% | 🔒 |
| INTPIndocement Tunggal Prakarsa | 7,3x | 0,8x | 1,1x | 9,0% | 10,7% | 12,9% | 2,8% | 🔒 |
| CMNTCemindo Gemilang | – | 5,6x | – | 0,0% | -9,6% | -2,5% | -2,5% | 🔒 |
| SMGRSemen Indonesia (Persero) | 17,3x | 0,3x | – | 1,7% | 1,5% | 1,7% | -1,1% | 🔒 |
| SMCBSolusi Bangun Indonesia | 10,4x | 0,5x | – | 4,7% | 5,1% | 5,9% | -4,3% | 🔒 |
| BLESSuperior Prima Sukses | 8,3x | 1,4x | 1,6x | 0,9% | 18,7% | 12,5% | 10,5% | 🔒 |
| Median sektor (71) | 10,4x | 1,3x | 0,4x | 0,9% | 6,7% | 4,8% | 2,2% |
- Residual Income
- Model Residual Income (Edwards-Bell-Ohlson): nilai = nilai buku + nilai kini laba di atas biaya modal, dengan periode keunggulan kompetitif 10 tahun. Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Residual Income Valuation.
- DCF arus kas bebas
- DCF arus kas bebas ke perusahaan (FCFF) sesuai praktik analis sell-side: proyeksi eksplisit 5 tahun (pendapatan, margin EBIT bergerak dari terkini ke normal, reinvestasi = kenaikan pendapatan ÷ rasio pendapatan terhadap modal), diskonto tengah tahun, dan nilai terminal value driver dengan imbal hasil atas modal baru (RONIC). Imbal hasil modal yang sudah ada tidak dipudarkan. Nilai ekuitas = EV − utang + kas − kepentingan nonpengendali. Koller, Goedhart & Wessels, Valuation (McKinsey); Damodaran, Investment Valuation; Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Free Cash Flow Valuation.
- DDM
- Dividend Discount Model tiga tahap dengan nilai terminal model pertumbuhan Gordon. Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Discounted Dividend Valuation.
- PBV wajar
- Justified P/B = (ROE − g) / (ke − g), turunan model pertumbuhan Gordon pada kondisi stabil. Kurikulum CFA Program, Equity Valuation, bab Market-Based Valuation.
- Earnings Power Value
- Earnings Power Value: laba normal dibagi biaya modal, yaitu nilai bisnis bila tidak tumbuh sama sekali. Batas bawah untuk sebagian besar profil; skenario tengah untuk emiten siklikal dan properti.
- Graham Number
- Graham Number: √(22,5 × EPS × BVPS); 22,5 = batas PER 15 × PBV 1,5 bagi investor defensif. Batas atas harga yang masih wajar, bukan nilai intrinsik.
- PER emiten sejenis
- Valuasi relatif: median PER (berbasis laba inti 12 bulan terakhir) emiten sejenis; rentang kuartil 1–3. Minimal 3 pembanding.
- PBV emiten sejenis
- Valuasi relatif: median PBV emiten sejenis; rentang kuartil 1–3. Minimal 3 pembanding.
- EV/EBITDA emiten sejenis
- Valuasi relatif: median EV/EBITDA emiten sejenis; EV = kapitalisasi + utang − kas + kepentingan nonpengendali. Minimal 3 pembanding.
- EV/Sales emiten sejenis
- Valuasi relatif: median EV/Sales emiten sejenis. Minimal 3 pembanding.
Rincian angka input tiap metode ada di tab Valuasi (tombol “Sumber data & rujukan” pada setiap metode).