Dana darurat: fondasi sebelum mulai berinvestasi
Sebelum membeli saham, pastikan ada dana yang bisa dipakai saat kejadian tak terduga, agar Anda tidak terpaksa menjual investasi di waktu yang salah.
Keuangan pribadi · 13 Oktober 2026 · 1 menit baca
Kenapa dana darurat penting?
Kehilangan pekerjaan, biaya rumah sakit, atau perbaikan kendaraan bisa datang kapan saja. Tanpa dana darurat, pilihan yang tersisa sering kali berutang atau menjual saham, bahkan saat harganya sedang jatuh.
Berapa besarnya?
Patokan umum, dihitung dari pengeluaran wajib bulanan:
- Lajang: 3–6 kali pengeluaran bulanan
- Menikah: 6–9 kali
- Menikah dengan anak atau penghasilan tidak tetap: 9–12 kali
Di mana menyimpannya?
Dana darurat harus mudah dicairkan dan nilainya stabil. Tabungan terpisah, deposito berjangka pendek, atau reksa dana pasar uang adalah pilihan umum. Saham bukan tempat dana darurat karena harganya bisa turun tepat saat Anda membutuhkannya.
Urutan yang sehat
- Lunasi utang berbunga tinggi (kartu kredit, pinjaman online).
- Bangun dana darurat.
- Baru mulai berinvestasi untuk tujuan jangka panjang.
Dana darurat tidak dimaksudkan untuk menghasilkan imbal hasil tinggi. Tugasnya menjaga rencana investasi Anda tetap utuh.
Konten ini bersifat edukasi umum, bukan ajakan membeli atau menjual efek dan bukan nasihat pajak atau keuangan pribadi.